Go Pangandaran News
Home of Pangandaran Citizen Journalist

Nelayan Pangandaran: Ikan Berlimpah Selalu Saya Harapkan

162

Nelayan adalah sebuah aktifitas yang mulia, ia pergi melaut dengan membawa alat tangkap seperti pancing dan jaring untuk mendapatkan ikan. Ikan yang didapat, bisa ditukar dengan uang untuk penuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Namun namanya pekerjaan pasti ada untung ada rugi. Begitupun dengan pekerjaan sebagai nelayan, meski di lautan yang begitu luas itu banyak ikan, belum tentu sang ikan nyangkut di perangkap yang dipasang mereka.

Peribahasa mengatakan :

Tak ada laut yang tak berombak.

Maksud dari peribahasa sederhana itu adalah Setiap pekerjaan pasti ada keuntungan dan kerugiannya.

Sebagai seorang nelayan, tentu selalu berharap keuntungan, yakni setiap kali berangkat melaut mendapatkan tangkapan ikan yang banyak. Contohnya saat musim kemarau ini  nelayan sangat gembira, karena pengaruh cuaca, ikan-ikan tertentu seperti layur, kembung, layang, teri dan sebagainya jumlahnya berlimpah ruah. Ikan-ikan tersebut mudah ditangkap, sebab posisi ikan tidak jauh berada di dalamnya air laut. Suhu yang  dingin membuat ikan-ikan muncul ke permukaan. Maka dari itu, ikan jadi mudah ditangkap dengan jaring maupun pancing milik nelayan.

Nelayan Pangandaran mengenal sebuah istilah Ngambangkeun, maksud dari istilah tersebut bisa diartikan, jaring-jaring yang dipasang nelayan hanya cukup dipasang dipermukaan air laut / dikambangkeun / terapung. Tak perlu menunggu lama, ikan-ikan akan mudah terperangkap dalam jaring. Saat seperti itulah yang selalu menjadi harapan bagi para nelayan.

Ikan Berlimpah Selalu Saya Harapkan.

Setiap hari mereka pergi melaut dengan harapan itu. Di saat yang orang lain tidur lelap, pagi-pagi buta atau dinihari para Nelayan Pangandaran sudah bangun, bersiap dan segera berangkat melaut.

Saat pergi melaut memerlukan perbekalan yang tidak sedikit. Bahan bakar, bekal makanan, alat tangkap jaring dan perlengkapan lainnya, wajib ada. Rata-rata jika diuangkan sekali berangkat melaut bisa mencapai 300.000 lebih untuk perahu kecil. Sedangkan untuk kapal compreng bisa mencapai jutaan rupiah.

Apabila mereka mendapat tangkapan ikan banyak, kemudian dijual di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) lebih dari modal yang dikeluarkan, maka beruntung. Rasa lelah bekerja akan kembali pulih saat pundi-pundi rupiah berhasil dibawa pulang ke rumah.

Namun terkadang, usaha mereka tanpa hasil apa-apa, samasekali tidak mendapatkan ikan alias zonk. Dalam hati mereka, tentu ada perasaan kecewa dan lelah. Namun hal tersebut sudah lumrah, mereka menyadari yang namanya melaut kadang ada kadang kosong, apalagi saat musim paceklik.  Akan tetapi, karena bekerja menjadi Nelayan bagi mereka  merupakan bagian dari profesi dan keahlian mereka.

Jika hari ini tidak dapat ikan. Masih ada hari esok, dimana ikan banyak melimpah ruah.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.