Go Pangandaran News
Home of Pangandaran Citizen Journalist

Berbeda, Seperti inilah Hajat Laut Tahun 2019

72

Pangandaran (GoPang). (4/9) Saat opini ini ditulis telah memasuki hari ke 4 di bulan Muharram 1441 H. Saya belum sempat menulis tentang event tanggal 1 Muharram 1441 H, mengenai Syukuran Nelayan yang pada waktu itu saya hadir untuk meliput di dalamnya.

Dengan peralatan yang masih terbatas, saya dan dua rekan mencoba untuk mengambil footage baik video maupun foto, seperti biasa nantinya hasil liputan dishare ke warga lainnya -kami menyebutnya mereka dengan citizen. Karena kami hanyalah warga biasa, yang mencoba mengisi hari-hari luang dengan kegiatan sebagai jurnalis warga, sebut saja biar keren citizen journalist.

Hajat Laut Tahun ini Berbeda

Untuk perayaan pesta laut atau hajat laut yang disebut juga sebagai syukuran nelayan, biasanya ada budaya khusus yang sudah biasa dilakukan sejak lama. Saya melihat beberap footage dan foto yang diupload di media sosial seperti YouTube dan lainnya. Tahun-tahun sebelumnya terlihat adanya ritual khusus, yaitu melarung sesaji ke tengah lautan.

Namun kali ini berbeda, meski kemasannya hampir sama namun ada beberapa rangkaian kegiatan acara yang diganti dengan acara lainnya.

Beginilah Urutan Rangkaian Hajat Laut 2019

Untuk menyampaikan tentang urutan, ini tentu dari sudut pandang penulis, apa-apa yang ditulis disini hanya berdasarkan opini penulis yang langsung hadir di sana. Jadi bisa saja berbeda dengan opini lainnya dari peserta yang hadir.

Acara dimulai sekitar pukl 08.00 WIB, Karnaval atau iring-iringan mulai berjalan sekitar pukul 08.20. Hotel The Arnawa menjadi titik start karnaval, disini peserta karnaval berkumpul sejak pukul 07.00 WIB.

Sebelum pelaksanaan karnaval dimulai, ada group drumband dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) Bojongjati yang melakukan pemanasan. Tabuhan drumband membuat suasana pagi di depan The Arnawa Hotel dan Pasar Wisata Pangandaran menjadi semarak dan ramai.

Satu demi satu kelompok nelayan dari berbagai daerah mulai memadati lokasi ini. Mereka datang dengan membawa ciri khas masing-masing, yaitu dengan adanya papan nama bertuliskan Rukun Nelayan dari Komando Daerah (KOMDA) masing-masing serta nasi tumpeng. Nasi tumpengnya disimpang didalam dongdang semacam wadah yang terbuat dari kayu dan dihiasi dengan janur kuning. Tumpeng ini dipanggul oleh empat orang laki-laki.

Setelah peserta penuh, dengan dikawal oleh mobil dari kepolisian Polsek Pangandaran, acara karnavalpun dimulai. Mobil wisata marlin yang berwarna merah berada di barisan paling depan. Di mobil ini nampak tamu-tamu penting yang ikut serta memeriahkan karnaval.

Selanjutnya seraya beriringan disusul, tim drumband yang terus menepuk semangat para peserta karnaval dengan menabuh drumband yang menghentak jiwa. Lagu-lagu perjuangan, layaknya sedang karnaval Agustusan.

Disusul oleh rombongan lainnya yaitu dari warga nelayan dan warga Pangandaran lainnya yang turut serta dalam karnaval tersebut. Karnaval ini mirip sekali dengan karnaval HUT RI ke 74 beberapa waktu lalu. Saya mengira mungkin kostum yang sebelumnya dipakai untuk Agustusan juga sekalian dimanfaatkan dalam pelaksanaan karnaval syukuran nelayan tahun ini. Terlihat dari kostum logo HUT RI 74, dan juga yel-yel “Merdeka” yang mereka serukan, saat menghadap kamera penulis. (bersambung)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.